Search Blog Jerawat Di Sini

Thursday, May 15, 2008

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Belimbing Asam

Pertama tama, sebagaimana dalam setiap artikel tentang cara menghilangkan jerawat, saya akan menyatakan bahwa saya tidak bertanggung jawab atas segala efek samping maupun kemanjuran cara Menghilangkan Jerawat yang akan saya sampaikan berikut ini. Kali ini saya akan membahas bagaimana cara menghilangkan jerawat dengan bantuan belimbing asam. Tips ini saya dapatkan dari:

http://www.iptek.net.id/

Belimbing asam atau averhoa blilimbi yang masih dalam familih oxalidaceae dapat tumbuh ditempat tempat terbuka yang berketinggian kurang dari 500 meter diatas permukaan laut. Pastinya belimbing asam dapat tumbuh subur di daerah tropis di kawasan indoneisia ini. Nah bagaiaman menggunakan belimbing asam untuk menghilangkan jerawat.

Berikut ini saran yang diberikan oleh www.iptek.net.id:

Siapkan 3 buah belimbing asa dan garam secukupnya. Kemudian buah belimbing asam diparut dan dicampur dengan garam sampai benar benar merata. Dan gunakanlah hasil campuran tersebut sebagai bedak dibagian wajah yang berjerawat.

Belimbing asam mengandung bahan kia semacam asam oksalat dan kalium. Disamping itu juga mengandung ekstrak untuk melawan staphylococus.

Nama lokal dari Belimbing Asam adalah untuk sunda disebut sebagai calincing, bahasa jawa disebut blimbing wuluh. Sedang di madura dipanggil dengan bhalimbing bulu, Di aceh sana disebut selimeng, di lampung balimbing, di bali blimbing buluh, di bugus celane, di ambon takurela, di flores balimbeng

Semoga bermanfaat. selamat mencoba

Gambar dan tulisan diolah dari:
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=138

Saturday, May 10, 2008

Bakteri Penyebab Jerawat: Propionibacterium Acnes

Setelah mengulas beberapa penyebab serta sebuah pengantar untuk mengatasi jerawat atau menghilangkan jerawat, kali ini saya akan mengulas mengenai bakteri yang bertanggung jawab atas kemunculan jerawat atau terbentuknya jerawat: Propionibacterium Acnes. Sebagaimana tulisan tulisan sebelum, saya masih akan berusaha menerjemahkan Tulisan atau artikel Propionibacterum Acnes dari wikipedia. Artikel aslinya dapat anda lihat di sini.

P Acnes alias Propionibacterium Acnes merupakan bakteri penyebab jerawat atau bisa juga kita sebut sebagai bakteri jerawat yang memiliki watak pertumbuhan atau perkembangbiakan yang relatif lambat. Sebelum menlanjutkan pembahasan tentang bakteri jerawat, saya akan terlebih memberikan identitas Klasifikasi Ilmiah (Scientific Classification) atau Taksonomi dari Propionibacterium Acnes.

Kingdom : Bacteria
Phylum : Actinobacteria
Order : Actinomycetales
Family : Propionibacteriaceae
Genus : Propionibacterium
Species : P. Acnes

Untuk binomial name ( nama binomial) bakteri jerawat ini disebut sebagai Propionibacterium acnes (Gilchrist 1900). P. Acnes merupakan jenis bakteri yang hidup tanpa memerlukan adanya oksigen atau bisa disebut sebagai bakteri anaerobik. Organisme yang hidup tanpa memerlukan oksigen biasa juga disebut memiliki tipical atau karateristik aerotolerant. Sang bakteri jerawati ini juga merupakan bakteri jenis Gram-Positif.

Seperti yang telah saya berikan di artikel lain, Bakteri jerawat dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada jerawat. Genome dari P. Acnes dalam beberapa penelitian / study menunjukkan bahwa geberapa gen darinya memproduksi ensime yang dapat mendegradasi kulit dan protein.


Bakteri Jerawat ini sebagian besar ada pada kulit banyak orang dan berkarateristik commensal (commensal merupakan sifat dari hubungan 2 organisme yang secara signifikant tidak saling dirugikan: contoh hubungan antara burung dengan pohon). Ia hidup di daerah asam lemak (fatty acid) di kantung kelenjar minyak (sebaceous glands) pada kelenjar minyak (sebum) tersembunyi di dalam pori pori kulit. Untuk lebih jelasnya perbedaan antara sebaceous glands dan sebum liat gambar yang saya ambil dari wikipedia disamping. Selain ditemukan di daerah kelenjar minyak bakteri ini juga bisa ditemukan di daerah Gastrointestinal tract (pencernaan makanan??).

Nama dari Propionibacterium Acnes diambil karena bakteri ini dapat memproduksi atau menghasilkan asam propionik (propionic acid).

Bagaimana Bakteri Jerawat ini bisa menyebabkan Penyakit?

Ketika pori pori kulit terhalang atau "tidak bisa bernafas" maka bakteri yang sifatnya tumbuh dalam lingkungan yang anaerobic (tanpa oksigen) ini menjadi tumbuh sangat cepat dan mengeluarkan banyak bahan kimia untuk merusak jaringan jaringan pada pori pori kulit, dan menjatuhkan bakteri semisal Staphylococcus aureus ke kulit yang kemudian membentuk "luka jerawat" (acne lesion)

Antibiotik : P. Acne dapat di bunuh dengan benzoyl peroxide. Bakteri jerawat ini juga sangat sensitif pada sinar ultraviolet sehingga dapat pula dibunuh dengan menggunakan sinar ultraviolet. Dapat pula di bunuh dengan sinar yang panjang gelombangnya sekitar 405 - 420 nm karena P. Acne juga sangat sensitif pada sinar jenis ini.

Sekian

Beberapa kalimat atau pemahaman dari wikipedia tidak saya terjemahkan disini. Untuk lebih jelas mengenai penjelasan soal Bacteri jerawat alias Propionibacterium Acnes ini, silahkan kunjungi wikipedia.

Tulisan diterjemahkan secara bebas dari:
http://en.wikipedia.org/wiki/Propionibacterium_acnes

Gambar diambil dari:
http://en.wikipedia.org/wiki/Sebaceous_gland

Penanganan Jerawat: Menghilangkan Jerawat

Masih mengambil atau berusaha menerjemahkan tulisan atau artikel dari wikipedia, kali ini saya akan membahas tentang Treatment atau penanganan, termasuk upaya upaya apa saja yang telah dilakukan untuk menghilangkan jerawat sehingga jerawat tidak muncul lagi. Bahasan kali ini juga akan membahas tentang upaya pencegahannya juga, karena penanganan jerawat tidak hanya usaha untuk menghilangkannya tetapi juga usaha untuk mencegah timbulnya jerawat.

Artikel ini seperti biasa akan saya bagi menjadi beberapa buah bagian yang kemungkinan juga akan dibuat di artikel yang berbeda. Oleh sebab itu, kali ini saya hanya akan menyampaikan pengantar atau pendahuluan mengenai Penganangan Jerawat termasuk Pencegahan dan Penghilangan atau upaya menghilangkan jerawat.

Dari wikipedia dituliskan bahwa memang terdapat banyak sekali upaya-upaya penanganan acne atau jerawat. Namun demikian sangat sedikit dari upaya-upaya tersebut yang bisa dibuktikan secara ilmiah atau scientifik. Artinya upaya atau tips trik cara menghilangkan jerawat tersebut tanpa adanya riset dengan metode ilmiah.

Salah satu contohnya adalah artikel saya kemarin yang menuliskan tips dari saudara NEVIKA ADITYA disini, Saya juga pernah menuliskan cara menghilangkan jerawat yang berasal dari pengalaman tanpa pernah dibuktikan secara ilmiah disini.

Menurut Wikipedia, perawatan jerawat yang sering menjanjikan keberhasilan besar hanya dalam 2 minggu biasanya hasilnya sesungguhnya sangat mengecewakan. Namun demikian, cara memecah atau membuka cortison (jerawat yang sudah besar di pecah) , dapat memberikan hasil yang cukup cepat.

Pada dasarnya cara cara penanganan jerawat dapat dilakukan lewat 4 metode (yang sebagian besar perawatan yang terbaik memberikan beberapa efek simultan (multiple simultaneous effecs). Keempat cara penanganan atau penghilangan jerawat itu adalah:

Pertama dengan menormailisasi pembuluh rambut kedalam pori porinya dengan tujuan untuk mencegah penyumbatan.

Yang kedua adalah dengan cara membunuh bakteri penyebab acne (Propionibacterium acnes )

Yang ketiga adalah dengan anti inflammatory effects (pencegah peradangan)

Sedang untuk yang ke empat adalah dengan memanipulasi hormon (hormonal manipulation)

Kombinasi dari cara cara penanganan diatas dapat mengurangi terjadinya jerawat secara significant dalam banyak kasus. Namun demikian, perawatan yang sangat efektif sangat potensial untuk munculnya efek samping yang lain, oleh karena itu haruslah di monitor secara serius perkembangannya.

Ada beberapa penanganan atau perawatan jerawat yang memang terbukti benar benar efektif secara ilmiah. Berikut ini adalah listnya. Untuk penjelasannya akan saya kasih pada tulisan yang berbeda

  • Topical bactericidals
  • Topical antibiotics
  • Oral antibiotics
  • Hormonal treatments
  • Biological Treatment
  • Topical retinoids
  • Oral retinoids
  • Phototherapy